Selasa, 29 November 2011

              

KEAJAIBAN DARI

“I DEWA BANGBANG BANGUN SAKTI”

 
Di tengah malam yang sangat sunyi, setitik sinar keemasan muncul dari timur laut, makin lama sinar itu makin membesar mendekati jagat Bali dan setelah sampai di tempat yang dituju, ternyata Ida Dalem Waturenggong terlebih dahulu sudah menunggu disana. Raja Bali itu menyambut kedatangan sinar tersebut yang tak lain adalah putra beliau yang datang dari alam kedewataan/alam Siwaloka. Putra bungsu I Dewa Bangli ini datang dari langit dengan diantar kereta kencana dan diiringi oleh widiadara dan widiadari alam surga. Begitu I Dewa Klenying menginjakkan kakinya di tanah Bali, hujan bunga dari langit diiringi senyum sang raja dan para widiadara dan widiadari. I Dewa Klenying langsung membungkuk menyambut ayahandanya seraya berkata,
”Ayahnda Prabu, nanda mengucapkan beribu terima kasih atas kasih dan sayang ayahnda, karena kalau bukan karena ayahnda, nanda tidak mungkin bisa menembus alam swarga yang begitu sempurna keadaannya”.
Lalu Ida Dalem Waturenggong berkata,
     ”Bangunlah anakku dan ucapkan terima kasih kepada Bethara Siwa dan para pengawalnya yang sudah dengan tulus ikhlas mengajar nanda segala macam ilmu yang kelak nanda harus amalkan di bumi persada ini”.
     “Baik ayahnda Prabu.”
begitu jawab I Dewa Klenying sambil menyembah lalu menghaturkan terima kasih kepada Bethara Siwa.
Kemudian Bethara Siwa bersabda,
     ”Nah Waturenggong dan kamu Klenying, aku akan kembali ke kahyangan karena tugasku sekarang sudah selesai, baik baik kalian berdua menjalani hidup di dunia ini jangan sombong dan takabur karena apabila aku dengar kalian begitu, maka segala apa yang kamu dapatkan di kahyangan akan aku tarik kembali”

Setelah Ida Bethara Siwa beserta rombongan kembali ke kahyangan, Ida Dalem Waturenggong memeluk anaknya dan berkata,
”Klenying putraku sekarang kau sudah lulus belajar di kahyangan, amalkan segala yang kamu dapatkan itu di kerajaan Bali tercinta ini”.
“Hamba pasti akan mengikuti segala perintah ayahnda prabu”, begitu jawab I Dewa Klenying.        
  “Baiklah putraku, hari telah menjelang pagi sekarang ayahnda akan kembali ke kerajaan dan jaga dirimu baik baik”.
Begitu beliau selesai berkata, dalam sekejap mata, beliau langsung hilang.

Setelah berlalu sekian tahun, tugas yang dibebankan kepada I Dewa Klenying berjalan dengan sukses tanpa ada hambatan, hingga pada suatu saat Ida Dalem Waturenggong memanggil I Dewa Klenying menghadap ke kerajaan karena ada tugas yang sangat penting dibebankan kepadanya.Begitu mendapat perintah I Dewa Klenying langsung menuju istana kerajaan Gelgel. Begitu tiba di gerbang kerajaan, langsung menuju tempat peristirahatan sang raja. Semua punggawa kerajaan memberikan jalan dan memberi hormat pada I Dewa Klenying. Setibanya di hadapan raja, tak lupa beliau menghaturkan sembah sujud kepada raja sekaligus ayah angkatnya yang agung dan berwibawa. Dan berkata,
“Sembah hamba pada ayahnda prabu, tugas apa gerangan yang ananda harus laksanakan hingga begitu mendadak ayahnda memanggil nanda”.
Lalu sang raja bersabda,
     ”Putraku Klenying, sekarang tugasmu sangatlah berat, tetapi hanya kamulah yang bisa mengerjakan tugas ini’.
      “Baik ayahnda meskipun nyawa hamba sebagai taruhannya.” Jawab I Dewa Klenying.

     Karena kesaktian daripada Ida Dalem Waturenggong, maka beliau sudah bisa melihat keadaan masa depan I Dewa Klenying akan tewas oleh para Bujangga itu tapi selanjutnya beliau tidak mengetahuinya, tidak disangka beliau langsung menangis dihadapan I Dewa Klenying dan bersabda,
     ”Baiklah putraku, sekarang kamu akan menghadapi para Bujangga akibat keputusanku dahulu yang tidak akan menggunakan Bujangga dalam setiap upacara apapun dan akan ayahnda ganti menggunakan Peranda sesuai dengan petunjuk guruku Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh. Hati hatilah ananda dalam menghadapinya karena ilmunya sangat tinggi. Nah itulah maksud ayahnda memanggil ananda menghadap, sekarang berangkatlah ayahnda akan selalu mendoakanmu”.
Lalu I Dewa Klenying menjawab,
     “Hamba mohon pamit ayahnda prabu, semoga tugas yang dibebankan kepada ananda bisa nanda laksanakan dan berhasil”
     I Dewa Klenying menghaturkan sembah seraya pergi meninggalkan istana.

Di dalam perjalanan pulang, I Dewa Klenying terus berpikir karena ayahndanya pasti cemas memikirkan dirinya akan bertempur dengan para Bujangga itu, karena mereka sangat sakti. Tapi I Dewa Klenying akan mengeluarkan segala kemampuannya demi keamanan Bali beserta rakyat yang sangat dicintainya. Setibanya I Dewa Klenying di Gembalan, beliau disambut oleh seluruh prajuritnya beserta seluruh rakyat Gembalan, karena mereka semua penasaran dan segera ingin tahu tugas apa gerangan yang dibebankan kepada beliau.Lalu I Dewa Klenying  menjelaskan pada seluruh rakyatnya dan berkata,  
         “Ayahanda menyuruh aku menghadapi para Bujangga yang protes karena kedudukannya sebagai pemimpin upacara digantikan oleh Pedanda”.
Mendengar perkataan begitu, semua rakyatnya merasa waswas karena sebagian rakyatnya tau akan kesaktian dan kehebatan dari para Bujangga itu.

     Akhirnya di suatu saat tepat di hari Anggarkasih Julungwangi ketika I Dewa Klenying sedang mengawasi prajuritnya yang berjaga, ada seorang Bujangga memancing suatu masalah, maka terjadilah perang mulut antara prajurit jaga tadi dengan seorang Bujangga itu. Dari adu mulut itu akhirnya sampai pada adu kesaktian. Karena prajurit I Dewa Klenying banyak, sedangkan Bujangga itu seorang diri, maka tentunya kalah Bujangga itu. Dia langsung berlari sambil memanggil teman temannya, setelah mereka semua datang maka terjadilah perang tanding yang dahsyat. Akhirnya keadaan menjadi terbalik, semua prajurit Dewa Klenying dapat dikalahkan oleh para Bujangga itu.
Melihat hal itu maka memuncaklah kemarahan I Dewa Klenying. Ditantangnya para Bujangga itu untuk melawan beliau. Tantangan itu disambut dengan gembira oleh para Bujangga tersebut karena memang inilah yang ditunggu tunggu oleh para Bujangga. Dengan seorang diri I Dewa Klenying melawan para Bujangga itu dengan disaksikan rakyat Gembalan dari kejauhan karena memang hal ini permintaan dari I Dewa Klenying yang tidak mau mengorbankan rakyatnya. Pertempuran itu terjadi dengan sengitnya. I Dewa Klenying bertempur seorang diri saja membuat para Bujangga kerepotan, beberapa para Bujangga banyak yang tewas. Pertempuran itu berlangsung dari pagi hingga matahari tepat diatas kepala. Karena banyaknya para Bujangga yang dilawan I Dewa Klenying, lambat laun tenaga I Dewa Klenying makin menurun, namun semangatnya tetap berkobar. Tepat matahari berada di atas kepala, I Dewa Klenying dapat dikalahkan oleh para Bujangga dan gugurlah beliau. Para Bujangga bersorak kegirangan karena dapat mengalahkan putra tersayang dari Ida Dalem Waturenggong itu. Disisi lain, langit serasa berduka atas gugurnya perwira kerajaan itu, hujan gerimis langsung turun saat itu seolah ikut bersedih. Semua rakyat menangis histeris mengetahui beliau gurur di medan laga. Berduyun duyun rakyat menghampiri jasad I Dewa Klenying, karena sebelum berperang, beliau berpesan pada rakyatnya bahwa apabila saya nanti kalah di dalam pertempuran dengan para Bujangga itu, maka kuburkanlah jasadku langsung, buatkan aku lubang dan jangan jasadku dibungkus lagi dengan kain kafan.
Maka semua rakyat beliau beramai ramai membuat liang kubur. Kemudian jasad I Dewa Klenying diangkat menuju liang yang sudah disiapkan. Sesampainya disana, jasadnya diturunkan dan dimasukkan perlahan lahan kedalam liang kubur. Begitu jasad beliau menyentuh ibu pertiwi, tiba tiba menyembul air amerta yang baunya sangat harum sekali, dan bersamaan dengan itu, terdengar sabda dari langit,
 “Bangunlah wahai kamu putra Bangli , kamu belum saatnya pulang ke asalmu,  masih banyak tugas yang belum kamu selesaikan. Aku Bethara Ratu Mas Meketel akan membangkitkan kamu sekaligus akan memberikan kesaktian yang tak tertandingi karena kamu berjiwa besar dan mau mengorbankan jiwa untuk rakyat dan Negara”.
Setelah selesai sabda Ida Bethara itu, air amerta (air kehidupan) secara gaib langsung memerciki seluruh jasad beliau, tiba tiba bangunlah I Dewa Klenying dari dalam liang kubur seperti tidak terjadi apa apa. Rakyat bersorak dan bersuka cita menyaksikan kejadian tadi. Kemudian kembali terdengar sabda,
“Nah sekarang lawanlah kembali para Bujangga itu, niscaya kamu pasti akan menang karena sekarang kamu tidak seperti dulu lagi”.
Nah semenjak kejadian itu, nama I Dewa Bangli diganti oleh Ida Bethara Ratu Mas Meketel menjadi I DEWA BANGBANG BANGUN SAKTI yang artinya, orang sakti yang baru bangun dari kematian.
 Sementara itu para Bujangga yang masih disana, bengong menyaksikan kejadian tadi, mereka tidak mengira bahwa orang yang sudah mati bisa bangkit hidup kembali. Di dalam situasi seperti itu, I Dewa Bangbang Bangun Sakti memecah kesunyian dengan berkata kepada para Bujangga itu,
“Hai para Bujangga, mari kita lanjutkan pertempuran lagi”
Mendengar tantangan itu, kembali timbul amarah para Bujangga karena merasa mampu mengalahkan musuhnya, maka mulailah kembali pertempurannya. Akan tetapi sekarang karena I Dewa Bangbang Bangun Sakti telah mendapatkan kesaktian dari Ida Ratu Mas Meketel, maka dengan sekali mengibaskan tangan saja sudah terjadi angin topan disertai dengan gemuruhnya api, para Bujangga banyak yang tewas terpanggang.dan yang lainnya melarikan diri. I Dewa Bangbang Bangun Sakti merasa aneh dengan ilmu yang dimilikinya maka beliau menoleh ke sekeliling mencari asal sabda gaib tadi karena belum sempat mengucapkan terima kasih. Maka terdengarlah sabda lagi,
     “Aku masih disini putra Bangli, aku belum pulang ke kahyangan. Ada sesuatu hal yang belum aku sampaikan padamu yaitu, tempat dimana engkau dikubur dan hidup kembali, engkau harus membangun sebuah pura agar nanti bisa dikenang oleh keturunanmu dan rakyatmu. Nanti apabila engkau ingin menemuiku kembali, maka sebutlah namaku 7 kali, niscaya aku akan menemuimi lagi.”
 “Baiklah paduka Bathara, hamba akan turuti dan patuhi segala permintaan paduka”.
Setelah itu kembali terdengar sabda,
     “Nah sekarang aku akan kembali ke kahyangan, selamat tinggal putra Bangli yang perkasa”.
     Setelah Ida Bethara Ratu Mas Meketel ke kahyangan, I Dewa Bangbang Bangun Sakti langsung meninggalkan tempat itu menuju puri agung Gelgel menghadap ayahnda prabu untuk melaporkan tugasnya sudah selesai serta menjelaskan permintaan Ida Ratu Mas Meketel. Dalem Waturenggong sangat setuju dan merestui pembangunan pura/candi untuk mengenang  tempat wafat dan bangkit putra angkatnya itu. Lalu raja berkata,
     ”Sekarang beristirahatlah kamu dulu di puri, ayahanda bersama baudanda kerajaan akan membicarakan apa yang nanda sampaikan tadi sambil mencari dewasa yang baik dan tepat untuk pembangunan pura itu”.
     Setelah mendapat hari yang dianggap paling baik, maka pembangunan pura segera dimulai, bahkan pemasangan batu pertamanya dilakukan langsung oleh Ida Dalem Waturenggong sendiri dan oleh beliau juga agar pura itu diberi nama Pura DALEM BANGBANG BANGUN SAKTI artinya pura tempat bangkitnya kembali I Dewa Klenying dari kematian . Pura itu tepat dibangun diatas bekas liang kubur I Dewa Klenying.
Ketenaran dan kebesaran nama I Dewa Klenying yang sudah berubah menjadi I Dewa Bangbang Bangun Sakti, semakin harum di mata rakyat Bali. Pura yang baru dibangun kelihatan sangat berwibawa karena yang berstana di pura itu adalah Ida Bethara Ratu Mas Meketel.Beliau adalah seorang Bethara istri yang berwibawa. Semua rakyat Gembalan sangat patuh dan taat. Pura tersebut pada mulanya dibangun menghadap ke barat, akan tetapi terjadi sesuatu hal yang gaib, pada saat diadakan pujawali, yaitu hari Buda Umanis Julungwangi, terjadilah sesuatu hal yang luar biasa. Pura Dalem yang luas itu seakan bergetar hebat seperti ada gempa, karena semua pelinggih yang ada di areal pura hidup seperti ada yang menggerakkan. Pura yang tadinya menghadap ke barat, berubah secara gaib menjadi menghadap ke selatan hingga sistem penempatan pelinggihnya tidak sesuai dengan Siwa Karma Bali. Sanggaran Agung yang menjadi ciri sebuah pura menurut Asta Kosala Kosali semestinya bertempat di timur laut.Namun disana Sanggaran Agung tempatnya adalah di Barat Laut. Kenapa terjadi hal yang seperti tadi dan apakah penyebabnya ? Melihat kejadian seperti itu akhirnya I Dewa Bangbang Bangun Sakti menghampiri pelinggih tempat berstananya Ida Bethara Ratu Mas Meketel, kemudian melakukan sembah menyatukan pikiran dengan alam kahyangan. Setelah pikiran beliau masuk ke dalam alam kahyangan, I Dewa Bangbang Bangun Sakti langsung menghadap Ida Bethara Ratu Mas Maketel. Dilihatnya raut Ida Bethara seperti bermuram tetapi merah membara tanda beliau marah. Setelah I Dewa Klenying menyembah, langsung Ida Bethara bersabda,
,”Wahai putra Bangli, mari mendekat aku sudah tau maksud kedatanganmu ke kahyangan, kau akan bertanya tentang pura tempat berstanaku kenapa bisa berubah. Nah agar kamu tau kenapa bisa berubah,  itu semua adalah karena kehendakku. Aku tidak senang melihat tingkah polah Ida Bethara Bukit Jambul pada saat mewarih (kencing) selalu menghadap ke timur bertepatan dengan saat aku menoleh ke barat, itu sebabnya aku rubah kedudukan pura itu menjadi menghadap ke selatan, biar aku tidak lagi melihat Ida Bethara Bukit Jambul pada saat mewarih. Nah sekarang kamu pulanglah, rakyat sedang menunggumu dengan perasaan yang gelisah, ceritakan pada seluruh rakyatmu seperti apa yang kuceritakan padamu tadi biar rakyatmu tidak bingung dan katakan juga agar jangan mengatakan yang bukan bukan tentang pura itu karena menyimpang dari Asta Kosala Kosali. Apabila aku dengar hal yang menyimpang, aku langsung akan memberikan peringatan.”
Baiklah semua petunjuk paduka Bethara akan hamba ingat dan laksanakan”.
“Nah sekarang pulanglah”.
“Baik paduka Bethara, hamba mohon pamit dan mohon perlindungan untuk rakyat Gembalan seluruhnya.”
Sepertinya I Dewa Bangbang Bangun Sakti di alam kahyangan merasa hanya sebentar, akan tetapi di alam nyata ini hari sudah malam sekali. Beliau bermeditasi di siang hari tapi beliau sadar pada saat malam menjelang pagi. Namun rakyat Gembalan semua masih ada di areal pura menunggu sampai I Dewa Bangbang Bangun Sakti tersadar dari meditasinya. Beliau melihat rakyatnya sangat terharu karena kesetiaannya hari itu pula beliau menyampaikan pesan dari Ida Bethara Ratu Mas Meketel, beliau minta agar semua rakyat mengikuti dan mematuhi Bhisama Ida Bethara Ratu Mas Meketel. Semenjak saat itu tidak ada lagi kejadian yang aneh aneh menimpa Ida I Dewa Bangbang Bangun Sakti beserta rakyatnya. Beliau hidup rukun saling hormat menghormati. Setiap permasalahan selalu diselesaikan dengan kepala dingin.                  
             

  KEAJAIBAN DARI “I DEWA BANGBANG BANGUN SAKTI”

 
Di tengah malam yang sangat sunyi, setitik sinar keemasan muncul dari timur laut, makin lama sinar itu makin membesar mendekati jagat Bali dan setelah sampai di tempat yang dituju, ternyata Ida Dalem Waturenggong terlebih dahulu sudah menunggu disana. Raja Bali itu menyambut kedatangan sinar tersebut yang tak lain adalah putra beliau yang datang dari alam kedewataan/alam Siwaloka. Putra bungsu I Dewa Bangli ini datang dari langit dengan diantar kereta kencana dan diiringi oleh widiadara dan widiadari alam surga. Begitu I Dewa Klenying menginjakkan kakinya di tanah Bali, hujan bunga dari langit diiringi senyum sang raja dan para widiadara dan widiadari. I Dewa Klenying langsung membungkuk menyambut ayahandanya seraya berkata,
”Ayahnda Prabu, nanda mengucapkan beribu terima kasih atas kasih dan sayang ayahnda, karena kalau bukan karena ayahnda, nanda tidak mungkin bisa menembus alam swarga yang begitu sempurna keadaannya”.
Lalu Ida Dalem Waturenggong berkata,
     ”Bangunlah anakku dan ucapkan terima kasih kepada Bethara Siwa dan para pengawalnya yang sudah dengan tulus ikhlas mengajar nanda segala macam ilmu yang kelak nanda harus amalkan di bumi persada ini”.
     “Baik ayahnda Prabu.”
begitu jawab I Dewa Klenying sambil menyembah lalu menghaturkan terima kasih kepada Bethara Siwa.
Kemudian Bethara Siwa bersabda,
     ”Nah Waturenggong dan kamu Klenying, aku akan kembali ke kahyangan karena tugasku sekarang sudah selesai, baik baik kalian berdua menjalani hidup di dunia ini jangan sombong dan takabur karena apabila aku dengar kalian begitu, maka segala apa yang kamu dapatkan di kahyangan akan aku tarik kembali”

Setelah Ida Bethara Siwa beserta rombongan kembali ke kahyangan, Ida Dalem Waturenggong memeluk anaknya dan berkata,
”Klenying putraku sekarang kau sudah lulus belajar di kahyangan, amalkan segala yang kamu dapatkan itu di kerajaan Bali tercinta ini”.
“Hamba pasti akan mengikuti segala perintah ayahnda prabu”, begitu jawab I Dewa Klenying.        
  “Baiklah putraku, hari telah menjelang pagi sekarang ayahnda akan kembali ke kerajaan dan jaga dirimu baik baik”.
Begitu beliau selesai berkata, dalam sekejap mata, beliau langsung hilang.

Setelah berlalu sekian tahun, tugas yang dibebankan kepada I Dewa Klenying berjalan dengan sukses tanpa ada hambatan, hingga pada suatu saat Ida Dalem Waturenggong memanggil I Dewa Klenying menghadap ke kerajaan karena ada tugas yang sangat penting dibebankan kepadanya.Begitu mendapat perintah I Dewa Klenying langsung menuju istana kerajaan Gelgel. Begitu tiba di gerbang kerajaan, langsung menuju tempat peristirahatan sang raja. Semua punggawa kerajaan memberikan jalan dan memberi hormat pada I Dewa Klenying. Setibanya di hadapan raja, tak lupa beliau menghaturkan sembah sujud kepada raja sekaligus ayah angkatnya yang agung dan berwibawa. Dan berkata,
“Sembah hamba pada ayahnda prabu, tugas apa gerangan yang ananda harus laksanakan hingga begitu mendadak ayahnda memanggil nanda”.
Lalu sang raja bersabda,
     ”Putraku Klenying, sekarang tugasmu sangatlah berat, tetapi hanya kamulah yang bisa mengerjakan tugas ini’.
      “Baik ayahnda meskipun nyawa hamba sebagai taruhannya.” Jawab I Dewa Klenying.

     Karena kesaktian daripada Ida Dalem Waturenggong, maka beliau sudah bisa melihat keadaan masa depan I Dewa Klenying akan tewas oleh para Bujangga itu tapi selanjutnya beliau tidak mengetahuinya, tidak disangka beliau langsung menangis dihadapan I Dewa Klenying dan bersabda,
     ”Baiklah putraku, sekarang kamu akan menghadapi para Bujangga akibat keputusanku dahulu yang tidak akan menggunakan Bujangga dalam setiap upacara apapun dan akan ayahnda ganti menggunakan Peranda sesuai dengan petunjuk guruku Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh. Hati hatilah ananda dalam menghadapinya karena ilmunya sangat tinggi. Nah itulah maksud ayahnda memanggil ananda menghadap, sekarang berangkatlah ayahnda akan selalu mendoakanmu”.
Lalu I Dewa Klenying menjawab,
     “Hamba mohon pamit ayahnda prabu, semoga tugas yang dibebankan kepada ananda bisa nanda laksanakan dan berhasil”
     I Dewa Klenying menghaturkan sembah seraya pergi meninggalkan istana.

Di dalam perjalanan pulang, I Dewa Klenying terus berpikir karena ayahndanya pasti cemas memikirkan dirinya akan bertempur dengan para Bujangga itu, karena mereka sangat sakti. Tapi I Dewa Klenying akan mengeluarkan segala kemampuannya demi keamanan Bali beserta rakyat yang sangat dicintainya. Setibanya I Dewa Klenying di Gembalan, beliau disambut oleh seluruh prajuritnya beserta seluruh rakyat Gembalan, karena mereka semua penasaran dan segera ingin tahu tugas apa gerangan yang dibebankan kepada beliau.Lalu I Dewa Klenying  menjelaskan pada seluruh rakyatnya dan berkata,  
         “Ayahanda menyuruh aku menghadapi para Bujangga yang protes karena kedudukannya sebagai pemimpin upacara digantikan oleh Pedanda”.
Mendengar perkataan begitu, semua rakyatnya merasa waswas karena sebagian rakyatnya tau akan kesaktian dan kehebatan dari para Bujangga itu.

     Akhirnya di suatu saat tepat di hari Anggarkasih Julungwangi ketika I Dewa Klenying sedang mengawasi prajuritnya yang berjaga, ada seorang Bujangga memancing suatu masalah, maka terjadilah perang mulut antara prajurit jaga tadi dengan seorang Bujangga itu. Dari adu mulut itu akhirnya sampai pada adu kesaktian. Karena prajurit I Dewa Klenying banyak, sedangkan Bujangga itu seorang diri, maka tentunya kalah Bujangga itu. Dia langsung berlari sambil memanggil teman temannya, setelah mereka semua datang maka terjadilah perang tanding yang dahsyat. Akhirnya keadaan menjadi terbalik, semua prajurit Dewa Klenying dapat dikalahkan oleh para Bujangga itu.
Melihat hal itu maka memuncaklah kemarahan I Dewa Klenying. Ditantangnya para Bujangga itu untuk melawan beliau. Tantangan itu disambut dengan gembira oleh para Bujangga tersebut karena memang inilah yang ditunggu tunggu oleh para Bujangga. Dengan seorang diri I Dewa Klenying melawan para Bujangga itu dengan disaksikan rakyat Gembalan dari kejauhan karena memang hal ini permintaan dari I Dewa Klenying yang tidak mau mengorbankan rakyatnya. Pertempuran itu terjadi dengan sengitnya. I Dewa Klenying bertempur seorang diri saja membuat para Bujangga kerepotan, beberapa para Bujangga banyak yang tewas. Pertempuran itu berlangsung dari pagi hingga matahari tepat diatas kepala. Karena banyaknya para Bujangga yang dilawan I Dewa Klenying, lambat laun tenaga I Dewa Klenying makin menurun, namun semangatnya tetap berkobar. Tepat matahari berada di atas kepala, I Dewa Klenying dapat dikalahkan oleh para Bujangga dan gugurlah beliau. Para Bujangga bersorak kegirangan karena dapat mengalahkan putra tersayang dari Ida Dalem Waturenggong itu. Disisi lain, langit serasa berduka atas gugurnya perwira kerajaan itu, hujan gerimis langsung turun saat itu seolah ikut bersedih. Semua rakyat menangis histeris mengetahui beliau gurur di medan laga. Berduyun duyun rakyat menghampiri jasad I Dewa Klenying, karena sebelum berperang, beliau berpesan pada rakyatnya bahwa apabila saya nanti kalah di dalam pertempuran dengan para Bujangga itu, maka kuburkanlah jasadku langsung, buatkan aku lubang dan jangan jasadku dibungkus lagi dengan kain kafan.
Maka semua rakyat beliau beramai ramai membuat liang kubur. Kemudian jasad I Dewa Klenying diangkat menuju liang yang sudah disiapkan. Sesampainya disana, jasadnya diturunkan dan dimasukkan perlahan lahan kedalam liang kubur. Begitu jasad beliau menyentuh ibu pertiwi, tiba tiba menyembul air amerta yang baunya sangat harum sekali, dan bersamaan dengan itu, terdengar sabda dari langit,
 “Bangunlah wahai kamu putra Bangli , kamu belum saatnya pulang ke asalmu,  masih banyak tugas yang belum kamu selesaikan. Aku Bethara Ratu Mas Meketel akan membangkitkan kamu sekaligus akan memberikan kesaktian yang tak tertandingi karena kamu berjiwa besar dan mau mengorbankan jiwa untuk rakyat dan Negara”.
Setelah selesai sabda Ida Bethara itu, air amerta (air kehidupan) secara gaib langsung memerciki seluruh jasad beliau, tiba tiba bangunlah I Dewa Klenying dari dalam liang kubur seperti tidak terjadi apa apa. Rakyat bersorak dan bersuka cita menyaksikan kejadian tadi. Kemudian kembali terdengar sabda,
“Nah sekarang lawanlah kembali para Bujangga itu, niscaya kamu pasti akan menang karena sekarang kamu tidak seperti dulu lagi”.
Nah semenjak kejadian itu, nama I Dewa Bangli diganti oleh Ida Bethara Ratu Mas Meketel menjadi I DEWA BANGBANG BANGUN SAKTI yang artinya, orang sakti yang baru bangun dari kematian.
 Sementara itu para Bujangga yang masih disana, bengong menyaksikan kejadian tadi, mereka tidak mengira bahwa orang yang sudah mati bisa bangkit hidup kembali. Di dalam situasi seperti itu, I Dewa Bangbang Bangun Sakti memecah kesunyian dengan berkata kepada para Bujangga itu,
“Hai para Bujangga, mari kita lanjutkan pertempuran lagi”
Mendengar tantangan itu, kembali timbul amarah para Bujangga karena merasa mampu mengalahkan musuhnya, maka mulailah kembali pertempurannya. Akan tetapi sekarang karena I Dewa Bangbang Bangun Sakti telah mendapatkan kesaktian dari Ida Ratu Mas Meketel, maka dengan sekali mengibaskan tangan saja sudah terjadi angin topan disertai dengan gemuruhnya api, para Bujangga banyak yang tewas terpanggang.dan yang lainnya melarikan diri. I Dewa Bangbang Bangun Sakti merasa aneh dengan ilmu yang dimilikinya maka beliau menoleh ke sekeliling mencari asal sabda gaib tadi karena belum sempat mengucapkan terima kasih. Maka terdengarlah sabda lagi,
     “Aku masih disini putra Bangli, aku belum pulang ke kahyangan. Ada sesuatu hal yang belum aku sampaikan padamu yaitu, tempat dimana engkau dikubur dan hidup kembali, engkau harus membangun sebuah pura agar nanti bisa dikenang oleh keturunanmu dan rakyatmu. Nanti apabila engkau ingin menemuiku kembali, maka sebutlah namaku 7 kali, niscaya aku akan menemuimi lagi.”
 “Baiklah paduka Bathara, hamba akan turuti dan patuhi segala permintaan paduka”.
Setelah itu kembali terdengar sabda,
     “Nah sekarang aku akan kembali ke kahyangan, selamat tinggal putra Bangli yang perkasa”.
     Setelah Ida Bethara Ratu Mas Meketel ke kahyangan, I Dewa Bangbang Bangun Sakti langsung meninggalkan tempat itu menuju puri agung Gelgel menghadap ayahnda prabu untuk melaporkan tugasnya sudah selesai serta menjelaskan permintaan Ida Ratu Mas Meketel. Dalem Waturenggong sangat setuju dan merestui pembangunan pura/candi untuk mengenang  tempat wafat dan bangkit putra angkatnya itu. Lalu raja berkata,
     ”Sekarang beristirahatlah kamu dulu di puri, ayahanda bersama baudanda kerajaan akan membicarakan apa yang nanda sampaikan tadi sambil mencari dewasa yang baik dan tepat untuk pembangunan pura itu”.
     Setelah mendapat hari yang dianggap paling baik, maka pembangunan pura segera dimulai, bahkan pemasangan batu pertamanya dilakukan langsung oleh Ida Dalem Waturenggong sendiri dan oleh beliau juga agar pura itu diberi nama Pura DALEM BANGBANG BANGUN SAKTI artinya pura tempat bangkitnya kembali I Dewa Klenying dari kematian . Pura itu tepat dibangun diatas bekas liang kubur I Dewa Klenying.
Ketenaran dan kebesaran nama I Dewa Klenying yang sudah berubah menjadi I Dewa Bangbang Bangun Sakti, semakin harum di mata rakyat Bali. Pura yang baru dibangun kelihatan sangat berwibawa karena yang berstana di pura itu adalah Ida Bethara Ratu Mas Meketel.Beliau adalah seorang Bethara istri yang berwibawa. Semua rakyat Gembalan sangat patuh dan taat. Pura tersebut pada mulanya dibangun menghadap ke barat, akan tetapi terjadi sesuatu hal yang gaib, pada saat diadakan pujawali, yaitu hari Buda Umanis Julungwangi, terjadilah sesuatu hal yang luar biasa. Pura Dalem yang luas itu seakan bergetar hebat seperti ada gempa, karena semua pelinggih yang ada di areal pura hidup seperti ada yang menggerakkan. Pura yang tadinya menghadap ke barat, berubah secara gaib menjadi menghadap ke selatan hingga sistem penempatan pelinggihnya tidak sesuai dengan Siwa Karma Bali. Sanggaran Agung yang menjadi ciri sebuah pura menurut Asta Kosala Kosali semestinya bertempat di timur laut.Namun disana Sanggaran Agung tempatnya adalah di Barat Laut. Kenapa terjadi hal yang seperti tadi dan apakah penyebabnya ? Melihat kejadian seperti itu akhirnya I Dewa Bangbang Bangun Sakti menghampiri pelinggih tempat berstananya Ida Bethara Ratu Mas Meketel, kemudian melakukan sembah menyatukan pikiran dengan alam kahyangan. Setelah pikiran beliau masuk ke dalam alam kahyangan, I Dewa Bangbang Bangun Sakti langsung menghadap Ida Bethara Ratu Mas Maketel. Dilihatnya raut Ida Bethara seperti bermuram tetapi merah membara tanda beliau marah. Setelah I Dewa Klenying menyembah, langsung Ida Bethara bersabda,
,”Wahai putra Bangli, mari mendekat aku sudah tau maksud kedatanganmu ke kahyangan, kau akan bertanya tentang pura tempat berstanaku kenapa bisa berubah. Nah agar kamu tau kenapa bisa berubah,  itu semua adalah karena kehendakku. Aku tidak senang melihat tingkah polah Ida Bethara Bukit Jambul pada saat mewarih (kencing) selalu menghadap ke timur bertepatan dengan saat aku menoleh ke barat, itu sebabnya aku rubah kedudukan pura itu menjadi menghadap ke selatan, biar aku tidak lagi melihat Ida Bethara Bukit Jambul pada saat mewarih. Nah sekarang kamu pulanglah, rakyat sedang menunggumu dengan perasaan yang gelisah, ceritakan pada seluruh rakyatmu seperti apa yang kuceritakan padamu tadi biar rakyatmu tidak bingung dan katakan juga agar jangan mengatakan yang bukan bukan tentang pura itu karena menyimpang dari Asta Kosala Kosali. Apabila aku dengar hal yang menyimpang, aku langsung akan memberikan peringatan.”
Baiklah semua petunjuk paduka Bethara akan hamba ingat dan laksanakan”.
“Nah sekarang pulanglah”.
“Baik paduka Bethara, hamba mohon pamit dan mohon perlindungan untuk rakyat Gembalan seluruhnya.”
Sepertinya I Dewa Bangbang Bangun Sakti di alam kahyangan merasa hanya sebentar, akan tetapi di alam nyata ini hari sudah malam sekali. Beliau bermeditasi di siang hari tapi beliau sadar pada saat malam menjelang pagi. Namun rakyat Gembalan semua masih ada di areal pura menunggu sampai I Dewa Bangbang Bangun Sakti tersadar dari meditasinya. Beliau melihat rakyatnya sangat terharu karena kesetiaannya hari itu pula beliau menyampaikan pesan dari Ida Bethara Ratu Mas Meketel, beliau minta agar semua rakyat mengikuti dan mematuhi Bhisama Ida Bethara Ratu Mas Meketel. Semenjak saat itu tidak ada lagi kejadian yang aneh aneh menimpa Ida I Dewa Bangbang Bangun Sakti beserta rakyatnya. Beliau hidup rukun saling hormat menghormati. Setiap permasalahan selalu diselesaikan dengan kepala dingin.                  

Selasa, 22 November 2011

Mantram Belajar

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan guru untuk memotivasi siswa agar mau belajar seperti foto di atas mengajak anak untuk  mampu membaca dengan pengenalan kartu huruf yang berserakan di lantai dengan berlomba-lomba menyusun kartu huruf agar membentuk sebuah kata lalu dibaca. ada juga dengan pemberian tekanan perhuruf dengan pengenalan bentuk huruf dengan nama-nama binatang atau benda yang lainnya.
Untuk kali ini saya perkenalkan sebuah mamtram agar mau belajar pada siswa dengan intinya mau membaca buku apa saja yang bermanfaat.
Sebuah mantram belajar yaitu :
                        BUKU  BUKU BUKU
                        BUKA BUKU BACA BUKU
                        BISA BELI KUBU ( RUMAH )
                        KUBU  KUBU KUBU
                        KUBUKA HATIKU UNTUK BELAJAR.
Mantram ini saya peroleh waktu PLPG di Singaraja dari tanggal 9 Nopember sampai 18 Nopember 2011. Mantram ini diwahyukan oleh penunggu Kampus Undiksha pada saya sehingga dapat menulis seperti ini.
Ini buka mengada-mengada karena mantram  belajar ini sarat akan makna.  Makna yang bisa petik adalah dengan membaca buku kita pasti bisa beli kubu atau rumah . Orang yang mau belajar dan mau membaca buku sungguh  pasti segala cita-cita tercapai.

Demikian ungkapan kebesaran Tuhan pada saya sehingga bisa menuangkan wahyu intu dalam sebuah mantram.



Senin, 24 Oktober 2011

INI PROFIL SMP SATAP GEGELANG
SMP Satap Gegelang merupakan sekolah lanjutan dari SDN 7 Gegelang  Desa Gegelang Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem Propinsi Bali. SMP Satap ini berdiri tahun 2007  yang memiliki 3 lokal ruang masing-masing untuk kelas VII dan Kelas VIII dan kelas IX. SMP satap merupakan SMP yang terletak di daerah sulit. Kesulitan daerah ini adalah belum terjamah oleh fasilitas listrik ,PDAM, jaringan telpon. Sehingga dalam operasional belajar masih banyak mendapat hambatan terutama dalam administrasi sekolah maupun proses belajar mengajar yang harus menggunakan energi listrik seperti mata pelajaran IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan mata pelajaran lainnya. Keunggulan SMP Satap sama sekali belum ada. Proses belajar mengajar berjalan dengan baik namun kemampuan siswa sangat kurang karena buku mata pelajaran wajib jumlahnya terbatas dan buku refrensi lainnya sama sekali tidak ada

Jika dilihat dari foto di atas nayatalah bahwa SMP Satap Gegelang keadaan bangunan fisiknya sanagat memprihatinkan, beberapa tembok dinding sekolah jebol dan retak-retak karena gempa bumi kemarin. sehingga mungkin sangat membahayakan keadaan  ini. Jika dilihat dari pagar tembok sekolah memang sejak berdiri belum ada tembok batas sekolah sehingga kenyamanan belajar siswa sering terganggu oleh orang yang melewati sekolah tersebut. Siswa SMP Satap Gegelang masih meminjam meja dan kursi belajar di SDN 7 Gegelang. Pada saat adanya proyek pembangunan SMP Satap Gegelang ini belum ada sama sekali sumbangan meja dan kursi belajar siswa dan meja kursi untuk guru.
Demikian sekilas tentang SMP Satap Gegelang yang masih banyak memerlukan uluran tangan berupa donatur sekolah untuk memfasilitasi sekolah tersebut.



Jumat, 19 Agustus 2011

RENCANA PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN

                         Mata   pelajaran                                  :   Ilmu  Pengetahuan  Sosial
                        Kelas  /  Semester                                :   4  /  1
                        Pertemuan                                           :   1  x  Pertemuan
                        Alokasi  Waktu                                    :  1 x 90 menit

1. Standar  Kompetensi
 1. Memahami sejarah ,kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan  kabupaten / kota
      dan propensi.
2. Kompetensi Dasar
 1.3  Menunjukkan jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan  eko
         nomi di lingkungan setempat.
3.Indikator
Ø  Mengidentifikasi  jenis  sumber daya  alam dan kaitannya dengan kegiatan ekonomi.
4. Tujuan  Pembelajaran
  Setelah  peserta  didik  mempelajari  tema ini  dapat :
Ø  Mengidentifikasi jenis sumber daya alam  dan kaitannya  dengan  kegiatan  ekonomi.
5. Materi   Pembelajaran
             Sumber  daya  alam  kita.
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang diciptakan oleh tuhan dan dapat di manfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam  menurut macamnya ada  2 yaitu sumnber
daya alam yang dapat diperbaharui, dan sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui. Sumber daya
terbaharui adalah tanah, hutan, hewan, air dan udara. Sedangkan sumber daya alam tak terbaharui adalah
bahan tambang mineral logam, bahan tambang mineral bukan logam, dan bahan tambang  sumber –
tenaga( energy).
                              


6. Metode  Pembelajaran 
Ø  Ceramah  dan informasi
Ø  Diskusi / koopratif
Ø  Tanya jawab
Ø  Demonstrasi
Ø  Tugas
Ø  Kerja  kelompok



7. Langkah  Langkah  Pembelajaran
            -Kegiatan  awal
Ø  Menyiapkan  peserta didik secara psikis dan pisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
Ø  Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan  sebelumnya dengan
Materi  yang  akan  di  pelajari.
Ø  Menjelaskan tujuan pembelajaran  / kopetensi  dasar yang  akan di capai.
Ø  Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai dengan  silabus.
             - Kegiatan  inti
            a. Eksplorasi
Ø  Mengamati manfaat  bermacam-macam hewan dan tumbuhan.
Ø  Mendiskusikan manfaat bermacam-macam hewan dan tumbuhan.
Ø  Menyimak penjelasan  pengertian sumber daya alam.
b. Elaborasi
   >  Mengidentifikasi manfaat bermacam-macam hewan dan tumbuhan
   > Mencatat  hasil diskusi
   >  Mempresentasikan  hasil   diskusi
   >  Mejelaskan pengertian sumber daya alam
c.  Konfirmasi
      Dalam kegiatan konfirmasi, guru :
Ø   Memberikan umpan balik positip dan  penguatan dalam bentuk lisan, tulisan ,isyarat
maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik.
Ø  Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan  elaborasi peserta didik melalui
berbagai  sumber.
Ø  Memfasilitasi peserta didik untuk memproleh pengalaman yang bermakna  dalam    -
Mencapai kompetensi dasar:
a.  Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik
     yang menghadapi kesulitan  dengan menggunakan bahasa yang  baku dan  benar.
b. Membantu  menyelesaikan  masalah.
c. Memberi acuan agar peserta didik  dapat melakukan pengecekan hasil  eksplorasi.
d. Memberi  informasi untuk  bereksplorasi lebih jauh.
e. Memberikan  motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum  berpartisipasi aktif.
                           Menyimpulkan materi  tentang
                        a. Sumber  daya  alam  kita.
            -Kegiatan  penutup
               Dalam  kegiatan  penutup, guru :
Ø  Bersama-sama dengan peserta didik / sendiri  membuat rangkuman / simpulan pelajaran.
Ø  Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah  di  laksanakan  seca
ra konsiten  dan  terprogram.
Ø  Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil  pembelajaran.
Ø  Merencanakan kegiatan  tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan  konsling dan /  atau memberikan tugas baik  tugas individu maupun
Kelompok sesuai dengan hasil  belajar  peserta didik.
Ø  Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Ø  Memberikan PR ( Jelaskan  perlunya  menjaga  sumber  daya  alam  kita ! ) .

8. Sarana  dan  Sumber  Belajar
           1. Sarana          :   Peta  wilayah
           2. Sumber belajar :
                       -  Buku  IPS  kelas  IV.  Tantya Hisnu  P., dkk.2008.
                            Ganeca  Exact : Jakarta.
9. Penilaian
           1. Lisan
           2. Tulisan
           3. Perbuatan
10. Evaluasi
Jawablah pertanyaan di bawah ini  dengan singkat dan benar
1. Apakah yang di maksud dengan sumber daya alam  ?
2. Sebutkan hewan ternak yang di manfaatkan tenaganya  !
3. Sebutkan sumber daya alam yang berkaitan dengan  kegiatan ekonomi  !
4. Sebutkan hewan ternak yang dimanfaatkan dagingnya  !
5. Terdiri dari apa saja  sumber  daya  alam  hayati  


Jawaban
1. Sumber daya alam adalah  segala macam kekayaan alam  yang dapat di manfaatkan  oleh
     manusia  untuk  memenuhi  kebutuhannya.
2.  Kuda , Sapi, Unta,kerbau.
3.  Pertanian , perkebunan perikanan,peternakan, kehutanan.
4. Kambing
5 .Air, udara, tumbuhan, hewan, sinar matahari
Skor Penilaian
NO
JENIS SOAL
JUMLAH SOAL
BOBOT SOAL
JUMLAH SKOR
SKOR MAKSIMUM

1

Uraian

5 soal

No. 1 skor 2
No. 2 skor 2
No. 3 skor 2
No. 4 skor 2
No. 5 skor 2

10

10

            Rumus :
            N = Skor Prolehan x 100
                   Skor maksimum

Tindak  Lanjut
     # Bagi anak yang belum mencapai ketuntasan, akan di adakan remidi dan bagi yang 
                      sudah mencapai ketuntasan akan di berikan pengayaan.

  Mengetahui,                                 Bukit Abah, …………………….                                                                                                                      Kepala Sekolah                             Guru Kelas/Guru mata  pelajaran
     

 I WAYAN  SELAMET S.Pd .                SANG N.BANGBANG KUSUMA J,S.Pd
      Nip 19541231 197701087                 Nip.197209291996061002                                                         


                


                                                                               


Kamis, 21 Juli 2011

             Lagu Chaiya-chaiya dalam versi  sekolah ya sekolah

            Beberapa masalah terus muncul di dunia pendidikan namun pemerintah berusaha mencari solusi. Masalah -masalah itu seperti : Banyak siswa yang drop out karena biaya pendidikan mahal.  Mahalnya cukup signifikan dengan harga jual sembako di pasaran apalagi kalau  menjelang bulan puasa   tidak bisa dielakan lagi.Mengapa hal ini  terjadi  merupakan dilema? Karena dilema muncul setiap tahun ajaran baru dimana anak harus mempersiapkan beberapa buku baru atau mungkin baju baru belum lagi anak diwajibkan membeli buku penunjang dari buku pokok yang diberikan di sekolah. Kadang-kadang buku yang disediakan di sekolah tidak memadai bagi siswa sekolah dan harus foto copi sendiri dengan biaya sendiri terutama di sekolah pedesaan. Buku-buku yang tersedia di sekolah kadang-kadang dibagi kalau siswa yang orang tuanya kenal dengan gurunya baru dapat memakai kalau tidak kenal kadang disuruh fotocopi alasan sudah habis. Sehingga orang tua yang emosional mengumpat katanya " sudah ada BOS kok foto copi lagi " dan terus bilang berhenti saja makan untuk besok tidak ada. Mudahan lagu ini bisa menyadarkan orang tua bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan sangat berguna di kemudian hari.Lagi ini tembang hampir sama dengan lagu chaiya-chaiya. Yuk coba nyanyikan semoga lancar dan sukses

 Lagu Chaiya-chaiya versi bersekolah ciptaan Sang nyoman bangbang kusuma jaya,S.Pd

Sekolah sekolah ya sekolah sekolah 4x
Mari kita bersekolah   2x
Agar menjadi orang pintar 2x
Tuntutlah ilmu setinggi langit untuk masa depanmu
Rubahlah duniamu 4x
Habis gelap terbitlah terang 2x
Itulah semboyan kita didunia pendidikan
Sekolah sekolah adalah tempat belajar 2x
Belajar segalanya menuju kedamaian
Belajarlah-belajar-belajarlah -belajar
        Demikian lagu ini  semoga bermanfaat dan sukses selalu anak bangsa

Sabtu, 09 Juli 2011

Biografi Sang Nyoman Bangbang Kusuma Jaya,S.Pd

                          Biografi ini merupakan keluh kesah seorang anak manusia yang merambah kehidupan dari  kecil dimana setelah lahir  saya sering dimomong oleh nenek yang bernama Sang Niang Sami. Keseharian Niang Sami adalah bekerja mengangkut barang belanjaan dari pasar sampai ke rumah. Mengenai ibu lebih fokus pada berdagang. Ibu lebih mementingkan kakak saya  begitu juga Bapak. Namun atas kebesaran Sanghyang Widi Wasa saya kian beranjak  remaja. Sikap Bapak dan ibu lebih fokus pada kakak.  Saya tidak berkecil hati karena sudah ada yang menyayangi. Seiring perjalanan waktu saya masuk  SD  kemudian tamat masuk SMP. Pada saat SMP pun tidak ada rasa kasih sayang yang mendalam ,apa-apa yang nomer satu kakak baik makanan maupunperlengkapan lainnya. Saya sering berontak namun tidak berdaya.Tamat SMP menginjak SMA pun sekedar saja kasih sayangnya.Menjelang tamat ,kakak saya berpikir kemana adik saya melanjutkan.Kakak saya jiwa bagus masih memperhatikan saya biarpun lebih disayang Ibu dan Bapak. Menjelang tamat SMA datang edaran blangko formulir PMDK yang menyangkut kesempatan melanjutkan kuliah tanpa testing dengan syarat ada kenaikan pringkat persemester. Saya mencoba memperlihat pada kakak. Akhirnya kakak mendesak Ibu dan Bapak supaya mau menanggung biaya kuliah saya. Karena desakan kakak akhirnya desakan itu dituruti.Aku mengisi formulir dengan segala perlengkapannya.Menjelang ujian selesai  saya ada panggilan untuk mendaftar kembali ke STKIP. Singkat cerita aku lulus dengan nilai bagus dan lanjut mendaftar kembali ke STKIP dengan jurusan DII PGSD.Pada Tahun 1996 saya ikut testing sehingga diangkat menjadi Guru SD di SDN 5 Datah Kecamatan Abang Karangasem. SDN ini merupakan SD daerah terpencil. Saya menempati Ruang Mess sekolah. saya jarang pulang ke Klungkung. Selama 6 tahun saya melaksanakan tugas di SDN 5 Datah . Pada Tahun 2001 saya memohon mutasi ke Kecamatan Manggis di SDN 7 Gegelang Manggis agar lebih dekat  dengan perbatasan Klungkung.Mengapa saya memohon pindah karena merasa sudah berkeluarga biar gampang melaksanakan krama adat banjar bendul Klungkung.Pada Tahun 2000 saya tinggal di Kecamatan Dawan Klungkung.Pada tahun 2006 saya melanjutkan kuliah di Universtas Dwijendra Denpasar untuk memperoleh gelar sarjana. Pada tahun 2008 pas anak ke tiga lahir saya pindah tempat tinggal dari Kecamatan dawan yaitu BTN Bumi Pesinggahan Asri menuju Banjar Bendul,Jalan Patimura Gang II No.5A. Saya sangat bahagia sekali  biarpun masih mengajar di SDN 7 Gegelang. Kemajuan Teknologi saya mengikuti hingga belajar mengenai membuat Blog di internet. Saya internetan dengan modem pada laptop dengan kartu CDMA Flexi Dasyat sangat irit dan memuaskan. Saya membuat blog di WWW.Blogger.Com dan WWW.Shvoong.Com. Sudah banyak saya menulis artikel seperti : Solusi Demam Laptop.Cara mengajar anak umur 5 tahun,Babad I Dewa Bangbang Bangun Sakti,Bukti Kebesaran Kerajaan Semarapura Klungkung ,Pengalaman di SDN 7 gegelang , Lagu Super Bodoh,Makna kelahiran Sang gatot kaca dll. Kalau penasaran konek ke internet

Rabu, 06 Juli 2011

I Dewa Bangbang Bangun Sakti: Cara mengajar membaca

I Dewa Bangbang Bangun Sakti: Cara mengajar membaca: " Cara Mengajar Membaca untuk anakdi bawah umur 5 Tahun Membaca merupakan suatu cara men..."

Cara mengajar membaca

                                   Cara Mengajar  Membaca untuk anakdi bawah umur 5 Tahun
                 Membaca merupakan suatu cara menambah ilmu pengetahuan. Membaca ini bisa kita perkenalkan pada anak mulai berumur 3 tahun. Membaca ini yang pertama kita perkenalkan gambar-gambar yang menarik seperti gambar mobil,binatang,gambar tumbuhan ,dan benda-benda yang lain. Kemudian kita perkenalkan gambar -gambar huruf dari A sampai Z. Nanti anak pasti bertanya, " Ini apa namanya? ". Pak atau Ibu. Dengan cara tersebut kita mulai memberikan nama-nama huruf satu persatu dan cara mengingatnya seperti huruf A besar kita umpamakan orang berdiri mengangkang,huruf B besar kita umpamakan dengan orang yang pipinya cembung dan perutnya besar dll. Ini merupakan langkah awal dalam mnegajar anak membaca.
                 Langkah kedua kita sediakan papan tulis warna hitam dilengkapi dengan kapur atau spidol yang menggunakan papan halus warna putih. Kartu-kartu huruf yang ada tersebut kita tunjukkan satu persatu dan menyebutkan namanya sambil mengajak anak menulis huruf tersebut di papan . cara ini memudahkan anak mengingat huruf-huruf tersebut. setelah semua huruf diketahui namanya baru kita melangkah penggabungan beberapa huruf yang mendekati suku kata.Cara ini menggunakan kartu huruf.
                 Penggabung beberapa huruf merupakan langkah ketiga bagi kita. penggabungan huruf ini mulai dari huruf  p . b , m dengan huruf vokal   a , i , u , e ,o. Sehingga akan menyerupai seperti ini   pa-pi-pu-pe-po dan ba-bi-bu-be-bo dan selanjutnya. Cara ini menggunakan kartu suku kata.
                 Langkah keempat kita perkenalkan beberapa kartu kata dan mengajak membaca bersama-sama.



NAMA : SANG NYOMAN BANGBANG KUSUMA JAYA NIM    : 834786947 NO. KARYA YANG DIBUAT IDE DAN GAGASAN ...